Related Posts with Thumbnails

Wii Kedatangan Hantu Perempuan

Nintendo Wii bakal kedatangan salah satu game horor yang sangat menegangkan, game bertajuk Calling itu akan menampilkan sosok misterius gadis cilik yang berpenampilan cukup menakutkan.


                                                                                                                            gamespot.com       

Calling merupakan game yang memang dirancang khusus untuk dapat mengundang rasa takut para pemainnya. Coba bayangkan, dalam game ini gamer tidak akan dibekali senjata apapun, satu-satunya alat yang dapat digunakan oleh pemain untuk mengusir hantu adalah dengan menggoyangkan Wiimote.

Selain menyajikan adegan horor, game ini juga akan sedikit disisipi beberapa misi berbentuk teka-teki yang akan saling terhubung dengan alur cerita yang dimainkan.

Seperti dilansir dari Destructoid, Rabu, (25/11/2009), Game yang  terinspirasi dari film horor gaya Jepang ini, rencananya bakal dirilis pada kuartal kedua tahun 2010.

Hudson Soft sebagai pengembang game ini, sebelumnya telah dikenal dengan beberapa game besutan mereka yang cenderung kasual dan mudah dimainkan. Dengan hadirnya Calling nanti, citra pengembang game yang bermarkas di Tokyo ini bisa jadi akan bergeser.
READ MORE - Wii Kedatangan Hantu Perempuan

Hasanuddin International Airport, The Gate of the Eastern Indonesia

Hasanuddin International Airport

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin or Sultan Hasanuddin International Airport  is an airport in Makassar, South Sulawesi, Indonesia (IATA: UPG, ICAO: WAAA). It’s located 17 km from Makassar city. The newly terminal was opened on 20 August 2008. This airport is the primary gateway for flights to the eastern part of Indonesia.

The older terminal is used by the TNI-AU (Indonesian Air Force) which homes Skadron Udara 11 (Air Squadron 11). The Squadron is weaponed with Su-27SK, Su-30MK/Su-30MK2, A-4E/A-4H, TA-4H/TA-4J. Except for the TA-4J/T-4H all Skyhawks are retired and are currently being replaced with new Su-27SKMs & Su-30MK2s Flankers.

Sukhoi Fighter in Hasanuddin Airport

Sultan Hasanuddin International Airport is located on the border of Makassar city and Maros a suburb in South Sulawesi, approximately 15 minutes (17 km) from Makassar city via Toll way or 25 minutes (23 km) via regular road.

Hasanuddin Airport was built in 1935 by the Government Indies Netherlands with the name Kadieng Flying Field and located approximately 22 kilometers to the north of the city with the construction field flying grass. Airfield runway with grass-sized 1600 mx 45 m (Runway 08-26) inaugurated on September 27, 1937, marked with the commercial flight linking Singapore – With the type of Douglas Aircraft D2/F6 company KNILM (Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappij). In the year 1942 by the government of Japan (namely the prisoners of war held in the nearby POW Camp and not really the Government of Japan but rather that of slave labour), is the basis enhanced with the construction of concrete measuring 1,600 mx 45 m of now the Flying Field is renamed to Field Mandai fly. In 1945 the government partners Dutch to build with the new runway construction onderlaag (Runway 13-31) measuring 1,745 m x 45 m, the 4000 rally of the ex Romusha.

In the year 1950 submitted to the Government of Indonesia, which is managed by Dept of Public Works Section Flying Field and the next 1955 Best transferred to the Civil Aviation, now the Directorate General Air Transportation, which then extend the runway 2,345 mx 45m at the same time change the airport into the Air Mandai. 1980, extended a 13-31 runway 2500 mx 45 m and the This year the Port of Air Mandai changed to Air Port Hasanuddin, and in 1981 expressed as Airports Embarkation / debarkation Hajj in 1985 and the Port of Hasanuddin Air changed its name to Hasanuddin Airport.


interior Hasanuddin International Airport, The Gate of the Eastern Indonesia

On 30 October 1994, Hasanuddin Airport, expressed as International. On 28 March 1995 marked the flight by Malaysian Prime Airlines System (MAS) directly from Kuala Lumpur to Hasanuddin Airport Makassar, then followed with a Silk Air flight that connected Singapore Changi Airport with Hasanuddin, this does not mean that on 28 March 1995 Hasanuddin Airport, the first time serve international flights, but since 1990 Hasanuddin Airport is used as embarkation / debarkation directly from the pilgrimage to Jeddah.

In addition to this remote Hasanuddin airport before the flight to serve International traffic in control area Eastern Indonesia Makassar UCA (Upper Area Control), which include areas air through the western part of the Kalimantan border to the country Papua New Guinea to the east, and from the border region Air of Australia to the south to the border region and the Philippine Air Oakland (United States) to the north.

banadar hasanuddin 2 Hasanuddin International Airport, The Gate of the Eastern Indonesia

Hasanuddin Airport is also the gate of the Eastern Indonesia Area and especially in South Sulawesi Province, where this airport has been providing distinctive style as Airport Transit directed and participated in support to develop tourism, mobilization passenger flow and participate in trade and industry. On 20 August 2008 the new terminal was operational. The terminal is 5 times larger than the old one and can accommodate any type of aircraft from small aircraft to Boeing 747s. From then on the airport changed its name to Sultan Hasanuddin International Airport.

For a while this airport just had 1 terminal used for both for international and domestic flights. But in the next couple of years step 2 of the airport development will begin. During this development a new terminal and a new runway will be added.
READ MORE - Hasanuddin International Airport, The Gate of the Eastern Indonesia

Ujian Nasional Ditiadakan

Mahkamah Agung (MA) kemarin, Rabu (25/11/09) telah menolak kasasi yang diajukan pemerintah terkait pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Dengan demikian, penyelenggaraan UN pada tahun mendatang ditiadakan sampai pemerintah meningkatkan kualitas guru dan sarana prasarana di tiap wilayah di Indonesia.

Putusan MA itu melarang Departemen Pendidikan Nasional menyelenggarakan ujian nasional sebelum ada perubahan sistem pendidikan yang merata. Putusan yang dibacakan majelis kasasi tersebut telah diumumkan pada 14 September 2009 dan sekaligus menguatkan putusan dari pengadilan tingkat pertama dan banding.
Majelis menilai pemerintah telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana pendidikan, serta informasi, khususnya di daerah pedesaan. Selain itu, ujian nasional juga dinilai membuka peluang untuk berbuat kecurangan baik yang dilakukan guru maupun siswa agar dapat lulus ujian.

Kerugian diadakannya ujian nasional bukan hanya berupa materiil, yaitu biaya pendidikan selama tiga tahun (di tingkat Sekolah Menengah Atas), tapi juga kerugian imateriil, yaitu tekanan psikologis.

Gugatan terhadap penyelenggaraan UN ini bermula dari masyarakat kepada Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang dianggap lalai memenuhi kebutuhan HAM di bidang pendidikan. Peradilan pun berlanjut hingga MA mengeluarkan surat putusan dengan nomor register 2596 K/PDT/2008 tertanggal 14 September 2009 yang melarang ujian nasional yang diselenggarakan Depdiknas. Akhirnya, kemarin MA kemudian menolak kasasi yang diajukan pemerintah.

Sebenarnya, putusan hakim MA tidak secara terbuka melarang penyelenggaraan ujian nasional. Namun, hakim tetap menganggap pemerintah lalai terhadap pemenuhan kebutuhan HAM di bidang pendidikan, yaitu dengan tidak memberikan fasilitas yang memadai, baik dari segi peningkatan kualitas guru maupun fasilitas pendidikan, terutama di daerah terpencil. Artinya, pemerintah bisa kembali menggelar UN jika telah dapat menjamin kualitas guru dan sarana pendidikan di daerah tertinggal sama dengan kondisi di perkotaan. Dengan demikian, standar pendidikan yang sama dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesia.

Di sisi lain, pihak Depdiknas ternyata belum dapatkan salinan putusan dari MA tersebut. Kepala Humas Komunikasi dan Informasi Depdiknas, M. Muhadjir, menandaskan, bahwa UN diterapkan di semua negara sebagai bentuk standardisasi kemampuan para siswa dan mahasiswa untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih baik.

Bagaimana pun juga, putusan ini dianggap sebagai kemenangan bagi para 'korban' UN dan secara umum, kemenangan anak Indonesia, yang selalu dibayangi ketakutan akan tidak lulus dalam ujian padahal telah belajar selama tiga tahun.
READ MORE - Ujian Nasional Ditiadakan

Fokus Pada Kekuatan Anda


Sebuah kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh banyak orang ialah ingin memperbaiki semua kekurangan dan kelemahan dirinya. Bukannya tidak boleh memperbaiki diri, ini tetap harus dilakukan, tetapi dengan proporsi yang tepat. Anda akan benyak menghabiskan waktu jika mencoba memperbaiki semua kekurangan dan kelemahan Anda.
 
Semua orang punya kekurangan dan kelemahan. Anda dan juga saya, kita tidak sendiri. Bahkan orang sukses pun punya segudang kelemahan dan kekurangan. Mereka bukan tanpa kekurangan dan kelemahan, mereka bisa sukses karena mereka fokus pada kekuatan mereka bukan memperbaiki semua kekurangan atau kelemahan.

Kalau pun Anda mau memperbaiki diri, pilihlah hal-hal yang paling penting bagi Anda. Anda tidak bisa memperbaiki semuanya sebab akan menghabiskan waktu hidup Anda. Semua orang diberikan kelebihan dan kekurangan. Optimalkan kelebihan Anda dan Anda akan segera memperoleh hasil yang gemilang.

Bagaimana caranya?
  1. Identifikasikan kekuatan Anda. Apa yang Anda lakukan dengan baik, berprestasi, dan paling menghasilkan?
  2. Bagaimana cara menggunakan kekuatan Anda untuk mencapai tujuan Anda.
  3. Pelajari lebih lengkap tentang cara mencapai tujuan Anda. Identifikasikan aset dan keterampilan yang diperlukan.
  4. Anda akan menemukan (mungkin) beberapa keterampilan yang Anda perlukan tapi Anda tidak bisa. Mungkin ini kekurangan Anda.
Kalau Anda mau memperbaiki kekurangan, maka fokuslah untuk memperbaiki kekurangan ini. Ini adalah kekurangan yang perlu Anda perbaiki, jadi tidak perlu semua kekurangan Anda perbaiki. Hanya yang diperlukan saja. Dengan demikian, Anda tidak akan menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting.
Namun selain kita memperbaiki kekurangan, sebenarnya ada hal lain yang bisa Anda lakukan, yaitu menutupi kekurangan. Apa bedanya? Menutupi kekurangan tidak selalu oleh Anda sendiri. Anda bisa menutupi kekurangan dengan cara bekerja sama, delegasi, atau outsourcing.

Sementara, Anda bisa fokus pada kekuatan Anda. Gunakan kekuatan Anda seoptimal mungkin sehingga hasilnya akan luar biasa atau Anda menjadi pribadi yang luar biasa. Dengan pola pikir seperti ini, waktu Anda tidak akan terbuang percuma, Anda akan fokus pada hal-hal penting. Pencapaian dan keberhasilan akan segera diraih.
READ MORE - Fokus Pada Kekuatan Anda

Thermaltake Duo Orb, Lebih Dari Yang Diharapkan

Bagi para penggila komputer, khususnya pelaku overclock, sebuah pendingin prosesor yang mumpuni mutlak dibutuhkan. Tak heran jika ada beberapa overclockers yang rela menggunakan pendingin dengan cairan nitrogen untuk perangkat mereka.

Nah, kali ini, kedapatan pendingin prosesor dari Thermaltake. Produsen pendingin yang cukup terkenal di pasaran itu mendatangkan Thermaltake Duo Orb untuk dicicipi.

Secara umum, produk yang hadir dengan kipas ganda itu ternyata mempunyai fungsi lebih dari sebuah pendingin prosesor. Sesuai pengamatan detikINET, perangkat lain seperti Motherboard ataupun Memory juga ikut didinginkan oleh produk ini.

Lebih Adem Namun Lebih Sunyi

Meski memiliki kipas ganda, jangan dulu beranggapan produk ini bakal mengeluarkan suara yang bising. Pada kenyataanya produk ini malah lebih hening dari kipas standar bawaan prosesor.

Selain itu tentunya produk ini juga lebih baik dalam hal mendingkan prosesor, lebih lagi dalam kondisi ter-overclock. detikINET menjajal produk ini pada sistem berbasis AMD socket AM3 dengan prosesor AMD Phenom II X3 720.

Menurut keterangan yang didapat dari aplikasi CoreTemp, tercatat suhu prosesor berada sekitar 36 derajat ketika menggunakan kipas standar. Sedangkan jika menggunakan Thermaltake Orb terjadi penurunan sekitar 3 derajat menjadi 33 derajat pada kondisi idle.

Untuk lebih meyakinkan lagi detikINET memacu kecepatan prosesor dari 2,8GHz menjadi 3,6Ghz. Di sinilah Thermaltake Duo Orb unjuk gigi, dengan kipas standar pada kedaan beban maksimum temperatur dapat mencapai suhu 54 derajat, sedangkan menggunakan Thermaltake Duo Orb hanya berada di kisaran 42 derajat.

Instalasi yang Merepotkan

Kipas Thermaltake Duo Orb ditujukan bagi sistem dengan prosesor AMD ataupun Intel LGA 775. Meski sangat handal dalam masalah performa, namun pemasangan produk ini menurut detikINET tergolong merepotkan.

Khususnya untuk platform AMD, pengguna harus menggantikan dudukan orisinal kipas prosesor dengan yang disertakan dalam kemasan Thermaltake Duo Orb. Ini artinya untuk memasang pendingin seluruh motherboard harus dikeluarkan dari casing dan mur yang mengencangkan dudukan kipas yang ada di balik motherboard harus dilepaskan.

Hal yang paling menyebalkan adalah jika pengguna ingin melepas kembali produk ini. Akibat pasta yang disertakan, prosesor tampak tidak mau lepas dari pendingin ini. Bahkan ketika detikINET berusaha lebih keras, pendingin tersebut malah mengangkat paksa prosesor dari motherboard. Kejadian ini tentu berisiko menyebabkan pin pada prosesor bengkok dan yang lebih parah lagi jika pin itu sampai tanggal.

Alhasil, jika pengguna sudah memutuskan untuk menggunakan pendingin ini sebaiknya jangan berganti-ganti lagi. Dan jika perlu mengganti prosesor AMD yang didinginkan melepaskannya harus bersamaan, jangan melepaskan pendinginnya secara terpisah saat prosesor masih terpasang di motherboard.

Kesimpulannya, kami berani mengatakan Thermaltake Duo Orb merupakan pendingin prosesor yang cukup handal. Terlebih lagi, penampilannya yang menarik dengan kombinasi dua lampu yang menyala, membuat produk ini bisa membuat indah jeroan PC. Berminat? Siapkan Rp.690.000 untuk mendapatkannya.

Kelebihan:
+ Kipas ganda
+ Tampilan menarik
+ Performa pendinginan handal

Kekurangan:
- Instalasi sangat merepotkan



Dalam review ini, digunakan sistem berbasis Prosesor AMD Phenom X3 720, Corsair HX1000W, Corsair Dominator, Digital Alliance GTX 275 dan sistem operasi Windows 7
READ MORE - Thermaltake Duo Orb, Lebih Dari Yang Diharapkan
Copyright © 2009magNEVIcent· All rights reserved · Revolution Theme designed by Rizki A. noViar

Back to TOP